Posts

Penyusunan Menu Balita

PENDAHULUAN Persoalan gizi masih menjadi masalah utama dalam tatanan kependudukan masyarakat dunia. Masalah ini men jadi salah satu butir penting kesepakatan global dalam Milleneum Development Goals (MDGs). Setiap negara harus mampu mengurangi jumlah balita yang mengalami gizi buruk atau gizi kurang sehingga mencapai 15 persen pada tahun 2015 (Saputra dan Nurrizka 2012). Penyebab gizi kurang pada balita dibedakan menjadi penyebab langsung dan tidak langsung. Menurut Waryono (2010), penyebab langsung gizi kurang adalah makanan balita , pola makan yang tidak seimbang kandungan gizinya , dan penyakit infeksi yang mungkin diderita balita . Penyebab tidak langsung yaitu ketahanan pangan di keluarga, pola pengasuhan balita, serta pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan. Penyebab lain menurut Tirtawinata (2006) adalah kemiskinan dan k urangnya pengetahuan orang tua tentang kebutuhan energi dan zat gizi balita.    Usia balita adalah usia yang sangat penting dalam p...

Berat Dapat Dimakan (BDD)

Image
BDD Berat dapat dimakan (BDD) adalah persentase dari bagian bahan makanan yang masuk ke dalam mulut atau yang dapat dimakan, sementara bagian yang tak lazim dimakan akan dibuang atau tidak dimakan (Sandjaja 2009). BDD berfungsi untuk menaksir jumlah bahan pangan ke dalam gram, selain itu digunakan untuk mengetahui metode survei konsumsi untuk mengetahui berat sebuah pangan. Bahan yang dapat dimakan (BDD) adalah kadar zat gizi yang disajikan per 100 gram bagian yang dapat dimakan. Tidak semua bagian buah dan sayur dapat dikonsumsi. Hal ini dikarenakan mayoritas buah dan sayur memiliki kulit dan biji yang tidak bisa dikonsumsi. Menurut Muchtadi et al. (2013) perlu adanya perhitungan bagian yang dapat dimakan dan yang tidak dapat dimakan dari suatu bahan pangan. Penghitungan BDD sangat penting karena dengan informasi BDD ini dapat ditentukan kandungan energi, protein, karbohidrat dan instrumen gizi lainnya. Damayanthi et al. (2014) menunjukkan cara menghitung BDD dengan rumus: ...